Mata itu bermuatan kata-kata yang tak bisa ia lisankan. Semua bercampur dalam kepalanya. Berserakan, sulit ia rangkai menjadi kalimat utuh dan panjang. Hanya melalui matanya ia pancarkan pikir dan rasanya, yang sesekali disertai anggukan kepala saja.
Sedemikian Takut
Tidak bisa bertemu orang baru, tidak mau ke tempat-tempat baru. Reaksinya menangis histeris, sangat takut. Lebih sulitnya lagi, ia belum bisa berkata-kata pada usianya yang sudah 6 tahun.
Biarlah Ia Berbeda
Pandangan tentang kesempurnaan hampir selalu memunculkan rasa cemas pada diri siapa saja yang menjunjungnya. Tampilan atau perilaku yang berbeda dibandingkan dengan orang kebanyakan dirasa sebagai suatu kekurangan.
Agar Percaya
Ia dilanda ketakutan akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi dalam hubungan pacaran itu. Hal-hal buruk yang mungkin akan membebani perasaan bersalah dan rasa tidak amannya, yang sudah ia bawa sejak lama.
Ketika Si Kecil Menghadapi Emosinya
“Ada rasa tidak enak, ya, di dada kakak?” Ia mengangguk. “Iya, tidak apa, kakak merasa sedih dan bercampur-campur, ya.”
Semata Melihat Pikiran
Ia melihat pikirannya dan tidak melihat yang nyata di hadapan. Ia mengatakan dirinya overthinking.
Bolehkah Merasa Cemas?
Rasa cemas kerap hadir dalam kehidupan kita. Biasanya ia hadir lebih dulu sebelum sesuatu yang penting atau ditunggu-tunggu terjadi.
Mengasuh Inner Child
Ada saja luka. Yang kecil dan yang besar. Yang disadari dan tak disadari. Mungkin mulanya disadari, tapi perlindungan diri kita menyimpannya di dasar agar tak mengusik dan menyita energi sadar.
Estafet Pengasuhan
Katanya, kalau dari generasi terdahulu, kita sering mendapatkan kalimat-kalimat yang menjatuhkan, maka tugas kita adalah memutus kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan kalimat yang membangun.
Tips Berteman dari Seorang yang Sulit Berteman
Dengan pertemananku yang sekarang, pelan-pelan aku belajar bahwa ‘Ketika aku gak sempurna, it’s fine. Ada kalanya aku tidak diterima, ada kalanya juga aku yang gak menerima mereka.’
