Pernahkah kamu berada dalam suatu relasi pertemanan yang menurutmu tidak sehat – bukan saja karena ada orang dengan ciri kepribadian tertentu yang “sulit” di dalamnya, tetapi juga karena kamu sulit melepaskan diri dari ikatan itu?
kesehatan mental
Seperti Apa Rasanya Dipahami?
Bayangkan kamu datang dengan pertanyaan, “Mungkinkah aku tetap bisa merasa berharga, dengan kondisi tanpa apapun?”
Ruang Tunggu
Sebelum menjalankan peran sebagai konselor, psikolog pertama-tama perlu menjadi ruang tunggu yang nyaman dan aman bagi para klien.
Merawat Emosi sebagai Pribadi Dewasa
Ketika seorang mengalami peristiwa yang memicu kondisi emosional tertentu, ia bisa saja meledak saat emosinya kalut dan memuncak. Setidaknya ada 3 pilihan sikap yang bisa dilakukan terhadap orang tersebut.
Itu Bukan Kesalahanmu
Barangkali kalimat ini yang ingin kita dengar. Kalimat empatik yang mampu meluruhkan emosi yang membelit. Berada dalam energi rasa malu dan rasa bersalah sangatlah memberatkan.
Katakan Dengan ‘Saya’
Kita tidak terbiasa memeriksa dan mengakui perasaan diri. Lebih mudah mengatakan “kamu itu …” daripada “saya …”
Menolong Ibu
“Saya lelah, dan tidak perlu lagi penghakiman” adalah suara yang tidak sempat terucapkan dan tidak juga ramai terdengar di permukaan.
Keluar dari Penjara Diri
Mode bertahannya selama ini adalah imajinasinya. Di kamar yang tidak terlalu besar itu, ia menemukan tempat terluasnya. Pikirannya bisa menjadikannya diri yang baru, lewat satu kata “seandainya”.
Resolusi, Urgensi, dan Intensi
Kita kembali bekerja, kembali ke dalam rutinitas, kembali berjalan dalam sistem. Sambil melakukan apa yang perlu dilakukan, tak jarang kita juga memikirkan apa yang ingin dilakukan. Karena kenyataannya, kita bergelut dengan realita yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Agar Percaya
Ia dilanda ketakutan akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi dalam hubungan pacaran itu. Hal-hal buruk yang mungkin akan membebani perasaan bersalah dan rasa tidak amannya, yang sudah ia bawa sejak lama.









