Seorang Ibu 3 anak datang untuk membicarakan perihal anak bungsunya. Ia ceritakan semua, kecuali satu hal: tentang kepergian anak pertamanya.
Warisan Literasi untuk Generasi
Mendorong kebiasaan membaca adalah salah satu cara meningkatkan keterampilan literasi. Untuk membangun kebiasaan ini, dua pertanyaan yang menurut saya penting adalah “mengapa perlu membaca” dan “bagaimana seseorang akan membaca”.
Menyelamatkan Siapa?
Pernahkah kamu berada dalam suatu relasi pertemanan yang menurutmu tidak sehat – bukan saja karena ada orang dengan ciri kepribadian tertentu yang “sulit” di dalamnya, tetapi juga karena kamu sulit melepaskan diri dari ikatan itu?
Seperti Apa Rasanya Dipahami?
Bayangkan kamu datang dengan pertanyaan, “Mungkinkah aku tetap bisa merasa berharga, dengan kondisi tanpa apapun?”
Ruang Tunggu
Sebelum menjalankan peran sebagai konselor, psikolog pertama-tama perlu menjadi ruang tunggu yang nyaman dan aman bagi para klien.
Merawat Emosi sebagai Pribadi Dewasa
Ketika seorang mengalami peristiwa yang memicu kondisi emosional tertentu, ia bisa saja meledak saat emosinya kalut dan memuncak. Setidaknya ada 3 pilihan sikap yang bisa dilakukan terhadap orang tersebut.
Sesekali, Kita Perlu Mementingkan Diri Sendiri
Beberapa pribadi dengan kecenderungan gaya komunikasi pasif-agresif memiliki tantangan ketika menghadapi konflik, terutama konflik dengan orang lain. Ia kesulitan mengakui kemarahannya.
Menolong Ibu
“Saya lelah, dan tidak perlu lagi penghakiman” adalah suara yang tidak sempat terucapkan dan tidak juga ramai terdengar di permukaan.
Keluar dari Penjara Diri
Mode bertahannya selama ini adalah imajinasinya. Di kamar yang tidak terlalu besar itu, ia menemukan tempat terluasnya. Pikirannya bisa menjadikannya diri yang baru, lewat satu kata “seandainya”.
Menjinakkan “Monster”
Manakala rasa aman itu terusik atau tercerabut, seseorang bisa berubah menjadi monster yang mengamuk.









