“Saya lelah, dan tidak perlu lagi penghakiman” adalah suara yang tidak sempat terucapkan dan tidak juga ramai terdengar di permukaan.
Cerita Perjumpaan
Banyak kisah kami jumpai. Kisah-kisah yang menggetarkan hati dan meletupkan pikiran. Kisah perjumpaan antarpribadi dan intrapribadi.
Apakah ada kisah yang beresonansi dengan Anda? Mari ngobrol, tuangkan pendapat dan komentar, atau isi survey singkat kami.
Keluar dari Penjara Diri
Mode bertahannya selama ini adalah imajinasinya. Di kamar yang tidak terlalu besar itu, ia menemukan tempat terluasnya. Pikirannya bisa menjadikannya diri yang baru, lewat satu kata “seandainya”.
Menjinakkan “Monster”
Manakala rasa aman itu terusik atau tercerabut, seseorang bisa berubah menjadi monster yang mengamuk.
Filsafat Waktu
Tergantung sama apa yang kita pikirin, apa yang kita mauin dan yang gak kita mauin, juga dengan apa yang kita persiapin di antaranya. Waktu subjektif itu ada di dalam kepala kita.
Resolusi, Urgensi, dan Intensi
Kita kembali bekerja, kembali ke dalam rutinitas, kembali berjalan dalam sistem. Sambil melakukan apa yang perlu dilakukan, tak jarang kita juga memikirkan apa yang ingin dilakukan. Karena kenyataannya, kita bergelut dengan realita yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Mata yang Mengandung Kata-kata
Mata itu bermuatan kata-kata yang tak bisa ia lisankan. Semua bercampur dalam kepalanya. Berserakan, sulit ia rangkai menjadi kalimat utuh dan panjang. Hanya melalui matanya ia pancarkan pikir dan rasanya, yang sesekali disertai anggukan kepala saja.
Sedemikian Takut
Tidak bisa bertemu orang baru, tidak mau ke tempat-tempat baru. Reaksinya menangis histeris, sangat takut. Lebih sulitnya lagi, ia belum bisa berkata-kata pada usianya yang sudah 6 tahun.
Biarlah Ia Berbeda
Pandangan tentang kesempurnaan hampir selalu memunculkan rasa cemas pada diri siapa saja yang menjunjungnya. Tampilan atau perilaku yang berbeda dibandingkan dengan orang kebanyakan dirasa sebagai suatu kekurangan.
Agar Percaya
Ia dilanda ketakutan akan hal-hal buruk yang mungkin terjadi dalam hubungan pacaran itu. Hal-hal buruk yang mungkin akan membebani perasaan bersalah dan rasa tidak amannya, yang sudah ia bawa sejak lama.
Ketika Si Kecil Menghadapi Emosinya
“Ada rasa tidak enak, ya, di dada kakak?” Ia mengangguk. “Iya, tidak apa, kakak merasa sedih dan bercampur-campur, ya.”









