Bayangkan kamu datang dengan pertanyaan, “Mungkinkah aku tetap bisa merasa berharga, dengan kondisi tanpa apapun?”
penemuan diri
Filsafat Waktu
Tergantung sama apa yang kita pikirin, apa yang kita mauin dan yang gak kita mauin, juga dengan apa yang kita persiapin di antaranya. Waktu subjektif itu ada di dalam kepala kita.
Resolusi, Urgensi, dan Intensi
Kita kembali bekerja, kembali ke dalam rutinitas, kembali berjalan dalam sistem. Sambil melakukan apa yang perlu dilakukan, tak jarang kita juga memikirkan apa yang ingin dilakukan. Karena kenyataannya, kita bergelut dengan realita yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Berkaca pada Waktu
Seorang pemuda memutuskan untuk mengambil jeda sebelum melanjutkan perjalanan sekolahnya ke perguruan tinggi. Sebuah keputusan yang tidak umum, dan menjadi tampak mencolok jika dibandingkan dengan arus utama remaja yang “sewajarnya” langsung melanjutkan perkuliahan selepas lulus SMA.
Waktu
“Barangkali karena keberlimpahan yang saya punya adalah waktu. Jadi ketika mendapat kejadian ini, melihat peristiwa itu, saya cukup punya beberapa waktu untuk mendengar sebelum berespon.”
Jujur
“Tulisan-tulisanmu adalah tulisan yang jujur, meski sebisa mungkin ditutup-tutupi.” Ia mengangguk dalam. Iya, itu aku, ujar sorot matanya.
Tidak Ajeg
Merasa tidak ajeg, tidak mantap, atau sebutan populernya tidak firm, sangat tidak enak. Lebih tidak enak kalau profesi yang dijalani merupakan figur yang diharapkan masyarakat sebagai orang yang berprinsip, tegas, berani, dan dijadikan acuan atau sumber ilmu.
Seperti Kutu Lompat dalam Kotak Kecil
Pernahkah kita merasa tertohok pada tudingan Sang Guru yang mengatakan dengan lantang, “Chinmi, kutu dalam kotak itu adalah kamu!” Kami berdua pernah.
Penemuan Diri: Sumber Excitement yang Tidak Pernah Surut
Ada banyak hal seru dari belasan dan puluhan tahun hidup kita. Keseruan yang perlu kita hidupkan terus.








