Kita tidak terbiasa memeriksa dan mengakui perasaan diri. Lebih mudah mengatakan “kamu itu …” daripada “saya …”
pengembangan diri
Resolusi, Urgensi, dan Intensi
Kita kembali bekerja, kembali ke dalam rutinitas, kembali berjalan dalam sistem. Sambil melakukan apa yang perlu dilakukan, tak jarang kita juga memikirkan apa yang ingin dilakukan. Karena kenyataannya, kita bergelut dengan realita yang kadang tidak sesuai dengan ekspektasi.
Tips Berteman dari Seorang yang Sulit Berteman
Dengan pertemananku yang sekarang, pelan-pelan aku belajar bahwa ‘Ketika aku gak sempurna, it’s fine. Ada kalanya aku tidak diterima, ada kalanya juga aku yang gak menerima mereka.’
Transformasi
Pandemi bisa membuat seseorang tidak mengenali dirinya, bahkan membenci dirinya. “Aku ingin menjadi diriku yang dulu.”
Menahan Keinginan
Ganti saja marshmallow dengan media sosial yang membuat sebagian orang fear of missing out, video game hiburan sepanjang hari, produk branded yang diyakini mampu menaikkan rasa berharga, atau prestasi dan kedudukan yang harus segera diraih, keuntungan materi yang ingin didapat segera yang jika perlu lewat jalan pintas, atau apa saja keinginan memuaskan diri.
Berdaya
Memperbolehkan diri untuk bersinggungan, berkenalan, dan bahkan berkonflik dengan segala perasaan dan sumbernya akan membantu diri untuk menemukan kesadaran baru.
Penemuan Diri: Sumber Excitement yang Tidak Pernah Surut
Ada banyak hal seru dari belasan dan puluhan tahun hidup kita. Keseruan yang perlu kita hidupkan terus.
Menjadi Orang yang Menyebalkan
Dari mana kita bisa tahu, apakah kita menyebalkan atau tidak? Dari umpan balik orang lain, yang perlu diterima dan diolah dengan tepat, baik olah pikir dan olah rasa.
Menata Ruang Diri
Membayangkan bahwa kita adalah desainer interior bagi setiap ruang dalam diri, sila tata dengan hal-hal yang indah, yang tidak mesti baru namun perlu cukup sensitif untuk padu padankan.








