Buat Papi, kamu gak sekolah tinggi pun gak apa. Asal kamu bahagia dalam menjalani hidupmu, dan paling tidak, kamu punya satu skill yang bisa dipakai dalam keseharian kerjamu
Ragam Ayah
Para ayah ini tidak bisa dipilih dan setiap ayah ini sudah hadir di dalam keluarganya. Tidak bisa dibilang satu lebih baik daripada yang satu.
Seperti Kutu Lompat dalam Kotak Kecil
Pernahkah kita merasa tertohok pada tudingan Sang Guru yang mengatakan dengan lantang, “Chinmi, kutu dalam kotak itu adalah kamu!” Kami berdua pernah.
Tahan Banting
Usianya baru 5 tahun. Usia yang terlalu belia untuk mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, atau usia yang cukup untuk menghadapi kerasnya dunia?
Malam Romantis
Pillow talk dan heart to heart hari itu bertemakan rindu. Sebuah konsep perasaan abstrak, yang perlu diuraikan agar si bocah memperoleh pemahaman sesuai usianya.
Sungguh-sungguh Ingin Mengenal
Sementara sang anak diam saja, pikiran dewasa kita pasti memutar dan mencari-cari pertanyaan ketika hendak melakukan pendekatan dengan anak. Tidak jarang kita pun mati gaya!
Menahan Keinginan
Ganti saja marshmallow dengan media sosial yang membuat sebagian orang fear of missing out, video game hiburan sepanjang hari, produk branded yang diyakini mampu menaikkan rasa berharga, atau prestasi dan kedudukan yang harus segera diraih, keuntungan materi yang ingin didapat segera yang jika perlu lewat jalan pintas, atau apa saja keinginan memuaskan diri.
Dianggap
Di dalam dan di luar kamar sama saja, membuatnya menyakini dirinya memang berbeda dari keluarganya. Masalahnya, ia terkungkung pada waktu saat ini. Tidak bisa memperbaiki masa lalu, tidak juga berani menghadapi masa depan.
Pengumpul Kata-kata
Anak sejatinya adalah pengumpul kata-kata. Melalui imajinasi dan perangkat inderawinya, anak perlahan membangun konsep.
Berdaya
Memperbolehkan diri untuk bersinggungan, berkenalan, dan bahkan berkonflik dengan segala perasaan dan sumbernya akan membantu diri untuk menemukan kesadaran baru.
