Ia melihat pikirannya dan tidak melihat yang nyata di hadapan. Ia mengatakan dirinya overthinking.
Cerita Perjumpaan
Banyak kisah kami jumpai. Kisah-kisah yang menggetarkan hati dan meletupkan pikiran. Kisah perjumpaan antarpribadi dan intrapribadi.
Apakah ada kisah yang beresonansi dengan Anda? Mari ngobrol, tuangkan pendapat dan komentar, atau isi survey singkat kami.
Bolehkah Merasa Cemas?
Rasa cemas kerap hadir dalam kehidupan kita. Biasanya ia hadir lebih dulu sebelum sesuatu yang penting atau ditunggu-tunggu terjadi.
Mengasuh Inner Child
Ada saja luka. Yang kecil dan yang besar. Yang disadari dan tak disadari. Mungkin mulanya disadari, tapi perlindungan diri kita menyimpannya di dasar agar tak mengusik dan menyita energi sadar.
Estafet Pengasuhan
Katanya, kalau dari generasi terdahulu, kita sering mendapatkan kalimat-kalimat yang menjatuhkan, maka tugas kita adalah memutus kebiasaan tersebut dan menggantinya dengan kalimat yang membangun.
Tips Berteman dari Seorang yang Sulit Berteman
Dengan pertemananku yang sekarang, pelan-pelan aku belajar bahwa ‘Ketika aku gak sempurna, it’s fine. Ada kalanya aku tidak diterima, ada kalanya juga aku yang gak menerima mereka.’
Transformasi
Pandemi bisa membuat seseorang tidak mengenali dirinya, bahkan membenci dirinya. “Aku ingin menjadi diriku yang dulu.”
Anakku Pasti Berkebutuhan Khusus
Ada pula sikap orang tua yang sedemikian teguh meyakini anaknya berkebutuhan khusus. Berpegang hanya pada anggapannya sendiri, mengambil tindakan sendiri, tanpa berkonsultasi dengan ahli.
Kita Tidak Terlalu Menginginkan Penghakiman
Di dunia yang sudah cukup dipenuhi oleh rasa cemas, atau insecurity – istilah populer yang marak diucapkan di muda-mudi zaman sekarang – kita bisa hadir sebagai pribadi yang penuh sumber daya atau resourceful.
Pertanyaan yang Dirindukan
Pada keduanya, ditanyakanlah pertanyaan yang sama, “Kamu kenapa?” Pertanyaan ini barangkali memang bukan pertanyaan yang mudah dijawab. Namun, cukup ampuh untuk mendobrak pertahanan diri.
Membantu Melepas Tamengnya
Seorang remaja dengan kecenderungan disleksia datang dengan membawa tameng yang bertuliskan “Aku ‘kan anak pintar!”









