Sementara sang anak diam saja, pikiran dewasa kita pasti memutar dan mencari-cari pertanyaan ketika hendak melakukan pendekatan dengan anak. Tidak jarang kita pun mati gaya!
Cerita Perjumpaan
Banyak kisah kami jumpai. Kisah-kisah yang menggetarkan hati dan meletupkan pikiran. Kisah perjumpaan antarpribadi dan intrapribadi.
Apakah ada kisah yang beresonansi dengan Anda? Mari ngobrol, tuangkan pendapat dan komentar, atau isi survey singkat kami.
Menahan Keinginan
Ganti saja marshmallow dengan media sosial yang membuat sebagian orang fear of missing out, video game hiburan sepanjang hari, produk branded yang diyakini mampu menaikkan rasa berharga, atau prestasi dan kedudukan yang harus segera diraih, keuntungan materi yang ingin didapat segera yang jika perlu lewat jalan pintas, atau apa saja keinginan memuaskan diri.
Dianggap
Di dalam dan di luar kamar sama saja, membuatnya menyakini dirinya memang berbeda dari keluarganya. Masalahnya, ia terkungkung pada waktu saat ini. Tidak bisa memperbaiki masa lalu, tidak juga berani menghadapi masa depan.
Pengumpul Kata-kata
Anak sejatinya adalah pengumpul kata-kata. Melalui imajinasi dan perangkat inderawinya, anak perlahan membangun konsep.
Berdaya
Memperbolehkan diri untuk bersinggungan, berkenalan, dan bahkan berkonflik dengan segala perasaan dan sumbernya akan membantu diri untuk menemukan kesadaran baru.
Dinamika Duka
Ada sebagian emosi yang kita baru benar-benar memahaminya jika sudah mengalaminya. Salah satu di antaranya adalah perasaan duka atau kehilangan.
Penemuan Diri: Sumber Excitement yang Tidak Pernah Surut
Ada banyak hal seru dari belasan dan puluhan tahun hidup kita. Keseruan yang perlu kita hidupkan terus.
Menghadapi Rasa Sakit
Rasa sakit fisik apa yang paling tidak bisa dilupakan? Rasa sakit fisik yang pada akhirnya dihadapi. Setiap orang dengan penyakitnya, setiap orang dengan pribadinya, dan setiap orang dengan siklusnya.
Permainan “Satu Kata”
Permainan receh ini, tanpa disadari, ternyata mempererat ikatan kami. Kegiatan yang dilakukan kadang itu-itu saja, akan tetapi, selalu ada kebaruan yang muncul dari respon-respon kami.
Menjadi Orang yang Menyebalkan
Dari mana kita bisa tahu, apakah kita menyebalkan atau tidak? Dari umpan balik orang lain, yang perlu diterima dan diolah dengan tepat, baik olah pikir dan olah rasa.









