
Penyakit fisik apa yang paling tidak bisa dilupakan? Setiap orang tentu akan punya jawaban masing-masing, bisa apapun. Rasa sakit fisik apa yang paling tidak bisa dilupakan? Rasa sakit fisik yang pada akhirnya dihadapi.
Setiap orang dengan penyakitnya, setiap orang dengan pribadinya, dan setiap orang dengan siklusnya. Tahapan penerimaan berdasarkan teori “Grieving” pada akhirnya bergantung pada diri masing-masing. Menyangkal, marah, melakukan negosiasi, mengalami stress, menerima, hingga menemukan makna. Ada orang yang berhasil menemukan makna, ada orang yang berjuang saat menyangkal, ada orang yang kembali marah meski sudah mulai bisa menerima. Mana yang lebih baik? Orang yang menyadari kondisi dirinya pada saat itu.
Berusaha sadar.
- Mulai dari menerima “Hari ini hanya bisa terkapar” atau “Edan, ini sakitnya keterlaluan sampai gak bisa jalan, ubah posisi tidur pun sakit sekali”.
- Bersedih dan takut sedemikian rupa.
- Berharap “Kalau ini hanya sementara”.
- Memasuki hari-hari yang semakin menakutkan, “Kaya’nya ini gak sementara deh. Dua kali 24 jam itu serasa selamanya, lama banget.”
- Merutuki diri “Kenapa buat gerak aja kok susah banget.”
- Menyesali dan memarahi diri “Kenapa kemarin ceroboh, sih!” atau “Kenapa lemah, sih!”
- Muncul harapan setelah dapat obat syaraf. Sayangnya, penggunaan obat syaraf malah bikin ngeri karena memengaruhi otak sehingga muncul kembali rasa sedih dan tidak berdaya.
- Muncul harapan karena adanya pengetahuan bahwa fisioterapi mungkin bisa membantu.
- Harapan semakin besar ketika sakitnya berangsur mereda. Berharap bisa sembuh berkat terapi.
- Mendapat insight bahwa yang “Diri punya kemampuan untuk menyembuhkan dirinya, bersama-sama jiwa dan raga” dan mulai percaya pada itu. Mulai bicara pada diri dan tubuh untuk melatih gerak kecil yang membuat nyeri pada titik. Rupanya titik sakit itu memang tidak melulu perlu dikasihani melainkan perlu dihadapi, dikasih beban, dilatih, ditempa, dan dibiarkan juga. Tubuh perlu diberikan rasa percaya bahwa mereka adalah kita, dan mereka bisa memperbarui diri selayaknya kita.
Pada dirinya, prosesnya mulai dari poin 1 hingga poin 10 berlangsung selama 8 bulan. Kendati belum pulih 100%, tetapi mendapatkan pemaknaan atas tubuh dan rasa sakit adalah anugerah.