{"id":332,"date":"2020-06-24T06:23:46","date_gmt":"2020-06-24T06:23:46","guid":{"rendered":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/?p=332"},"modified":"2020-12-09T05:16:07","modified_gmt":"2020-12-09T05:16:07","slug":"berdaya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/?p=332","title":{"rendered":"Berdaya"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Berdaya, awalnya adalah perasaan, yang apabila kemudian disadari dan diarahkan secara tepat dapat mewujud perilaku.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Perempuan muda itu awalnya datang dengan konsep diri yang lemah. Ia merasa tidak cantik dan tidak menarik. Penyebabnya? Perasaan dicampakkan oleh pasangannya yang lalu. Ya, perhatikan baik-baik, penyebabnya adalah perasaannya, bahwa ia telah dan terus menerus dicampakkan oleh sang mantan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menata perasaan tidaklah pernah menjadi perkara yang mudah. Jauh lebih mudah untuk mengabaikan perasaan daripada menghadapi perasaan, terlebih untuk mengelolanya sedemikian rupa.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengabaikan perasaan diri tidak cantik dan tidak menarik memang lebih mudah. Tinggal kesampingkan saja perasaan itu, setiap kali perasaan itu muncul sewaktu-waktu, misalnya ketika hendak mencari pasangan baru, melakukan kesalahan saat presentasi kerja, saat melihat performa orang lain lebih optimal, atau pada waktu yang lain. Namun, bersiap juga dengan konsekuensi yang akan diperoleh. Perasaan diri tidak cantik dan tidak menarik yang dibiarkan berlarut, perlahan mengendap menjadi suatu keyakinan diri: saya tidak berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Menghadapi perasaan diri tidak cantik dan tidak menarik sedikit lebih menantang. Kita berhadapan dengan berbagai pengalaman dan peristiwa yang mungkin malah menyuburkan perasaan diri tersebut atau justru menegasikan perasaan diri tersebut. Perasaan diri tidak cantik dan tidak menarik yang dibentur-benturkan akan berubah-ubah dan perlahan kehilangan bentuknya. Ia tidak lagi mengendap, tidak menjadi label diri yang menggorogoti dari dalam. Ia mewujud sebagaimana perasaan yang murni. Ada kalanya diri merasa kecewa, ada kalanya diri merasa bangga dan penuh penghargaan, ada kalanya diri merasa muak dan jenuh, ada kalanya diri merasa sendiri dan kesepian, ada kalanya diri merasa payah, ada kalanya diri merasa mampu. Diri yang luas adalah diri dengan berbagai perasaan yang datang dan pergi itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Memperbolehkan diri untuk bersinggungan, berkenalan, dan bahkan berkonflik dengan segala perasaan dan sumbernya akan membantu diri untuk menemukan kesadaran baru. Pada perempuan yang datang tadi, peristiwa perpisahan dengan pasangan adalah fakta. Namun, perasaan bahwa ia dicampakkan hingga menghambat langkah berikutnya untuk menemukan kebaruan dalam sebuah hubungan adalah keyakinan keliru yang perlu dibongkar. Ia memang kecewa, maka ia persilakan dulu rasa kecewanya. Ia juga marah, maka ia luapkan kemarahannya. Ia pun merasa bersalah, karena ikut memperkeruh hubungan dan turut terlibat juga menyakiti si pasangan; maka ia rasakan juga itu. Keajaiban kemudian terjadi. Dengan merasa turut andil dalam hubungan itu, ada pemahaman baru yang ia munculkan sendiri, bahwa \u201cia <strong>tidak hanya<\/strong> sebagai korban, <strong>tetapi juga<\/strong> sebagai pelaku.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Menjadi seseorang yang melakukan sesuatu, berarti memosisikan diri sebagai individu yang berdaya. Awalnya adalah perasaan berdaya, sampai kemudian ia berhasil meredakan dan mengendalikan tangisnya yang sebelumnya tidak terkontrol, sampai kemudian ia merasa menyesal atas kemungkinan ia menyakiti sang mantan, sampai kemudian mempertahankan kesadaran diri di hubungan baru yang sedang ia jalani saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memperbolehkan diri untuk bersinggungan, berkenalan, dan bahkan berkonflik dengan segala perasaan dan sumbernya akan membantu diri untuk menemukan kesadaran baru.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[88,42,7],"class_list":["post-332","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ceritaperjumpaan","tag-dewasa-muda","tag-konsep-diri","tag-pengembangan-diri","latest_post"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=332"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":334,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/332\/revisions\/334"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/338"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=332"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=332"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=332"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}