{"id":283,"date":"2020-05-29T07:14:00","date_gmt":"2020-05-29T07:14:00","guid":{"rendered":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/?p=283"},"modified":"2020-12-09T05:16:48","modified_gmt":"2020-12-09T05:16:48","slug":"283","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/?p=283","title":{"rendered":"Permainan \u201cSatu Kata\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Tidak bisa dipungkiri, himbauan untuk #dirumahaja malah bisa menimbulkan kejenuhan. Rasanya seperti menjalani rutinitas yang itu-itu saja, bertemu dengan orang yang itu-itu lagi. Namun sebenarnya, pertemuan yang itu-itu saja justru bisa dimanfaatkan untuk memperat hubungan antaranggota keluarga, pasangan, atau saudara.<\/p>\n\n\n\n<p>Satu permainan unik yang bisa dilakukan bersama, minimal dua orang, maksimal sejumlah anggota keluarga, adalah Bermain Satu Kata. Sebuah permainan dari acara Tonight Show di NET TV yang sungguh menginspirasi saya. Aturan mainnya adalah sebagai berikut. Permainan dilakukan secara bergantian. Tugasnya adalah menebak kata yang dimaksud oleh si pasangan (kekasih\/saudara\/sahabat\/orang tua\/dll) berdasarkan satu kata kunci yang disebutkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Saya dan adik saya sangat senang bermain ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><span class=\"has-inline-color has-vivid-green-cyan-color\">Contoh, kata yang dimaksud adalah \u201cbola\u201d.<br>Adik mesti menyebutkan satu kata kunci seperti \u201csepak\u201d, dan saya mesti berupaya menjawab berdasarkan asosiasi saya terhadap kata sepak, salah satunya \u201cbola\u201d. Jika belum tepat, misal saya menjawab \u201ctakraw\u201d, maka Adik perlu memberikan satu kata kunci lagi, kali ini adalah \u201cYola (nama orang)\u201d. Yola adalah nama teman SD saya, kami sempat membuat lirik lagu untuk namanya yang unik, yaitu \u201cYola Bola, digigit bola\u201d. Maka, ketika ada kata \u201cYola\u201d, saya paham yang dimaksud pastilah bola.<\/span><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Begitulah beberapa cara mainnya. Yang membuatnya seru adalah bahwa kata kunci yang diberikan tidak harus selalu umum. Justru, asosiasi yang dipahami oleh keduanya, yang mengandung muatan emosi personal akan membawa pada ketepatan jawaban.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk bisa sampai pada kesamaan maksud dan tujuan, saya rasa persaudaraan itu dibangun oleh perasaan mau memikirkan hal yang sama. <strong>Kemauan untuk berada di dalam situasi yang sama, meskipun kondisinya berbeda.<\/strong> Kita pakai contoh lagi ya, supaya lebih tergambar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td class=\"has-text-align-center\" data-align=\"center\"><span class=\"has-inline-color has-vivid-green-cyan-color\">Suatu hari, saya dan adik baru saja menemukan permainan baru. Bermain lempar batu kecil di tempat jemuran baju di dak atas, tempat saya menanam bawang-bawang. Sederhananya seperti main kelereng. Siapa yang bisa melempar batu gacoan dan mengenai batu-batu lain, maka ia berhak atas batu tersebut. Pada beberapa ronde, adik saya menang, dengan perolehan batu yang lebih banyak. <\/span><br><span class=\"has-inline-color has-vivid-green-cyan-color\"><br>Ketika sedang bermain \u201cSatu Kata\u201d, adik saya menyebutkan kata kunci \u201cbawang\u201d. Saya belum menangkap maksudnya dan jawaban \u201ctumbuh\u201d masih belum tepat. Adik saya berpikir lagi dan memberikan kata kunci \u201cmenang\u201d. Saya otomatis teringat pengalaman tanding yang kami lakukan tadi dan saya jawab dengan pasti \u201cbatu\u201d. Kami pun tertawa terbahak-bahak. &nbsp;<\/span><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Pada contoh di atas, situasinya sama yaitu bermain bersama dengan kondisi yang berbeda \u201csaya kalah dan adik menang\u201d. Tiga poin penting dan berkesan di saya, saya coba uraikan sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, untuk bisa memahami konteks yang dimaksud, kita perlu <strong>mau mengamati apa yang ada dan apa yang diamati oleh orang lain<\/strong>. Adik saya mengamati kesenangan saya menanam bawang, merawatnya, hingga mengajaknya bicara agar tumbuh dengan baik, di dak atas itu. Adik saya tahu jika saya senang bercocok tanam di dak atas sehingga ia membangun set melalui \u201cbawang\u201d. Punya pengamatan yang sama soal tempatnya, memudahkan saya untuk membayangkan latarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, untuk bisa memahami kata kunci \u201cmenang\u201d, tentu saya perlu <strong>mengasah keterbukaan perasaan<\/strong> saya. Sama-sama merasakan perasaan senang saat adik menang, meskipun saat itu saya kalah. Inilah salah satu latihan berempati, memiliki bayangan akan perasaan orang lain sekalipun kita tidak sedang berada di kondisinya. Saya akan berpikir, kegiatan apa yang berkaitan dengan menang dan bawang? Saya pun mengetahui maksudnya, yang tidak lain adalah kegiatan bermain lempar batu, sehingga satu kata yang dimaksud adalah \u201cbatu&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses berkegiatan bersama adalah salah satu proses <strong>memberikan diri yang utuh dan timbal balik<\/strong>. Saat berkegiatan kita mengamati orang lain, kita mengamati kita, kita mengamati interaksi antarkita. Oleh karena itu, saat bisa memberikan kata kunci yang tepat dan menjawab kata soal dengan tepat, ada perasaan bisa memahami dan dipahami. Saat itulah ada bagian diri yang merasakan lega.<\/p>\n\n\n\n<p>Permainan <em>receh<\/em> ini, tanpa disadari, ternyata mempererat ikatan kami. Kegiatan yang dilakukan kadang itu-itu saja, akan tetapi, selalu ada kebaruan yang muncul dari respon-respon kami. Membuat kami jadi saling memerhatikan satu sama lain, membuat kami lebih menghargai momen-momen bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Permainan receh ini, tanpa disadari, ternyata mempererat ikatan kami. Kegiatan yang dilakukan kadang itu-itu saja, akan tetapi, selalu ada kebaruan yang muncul dari respon-respon kami. <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":287,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[14,43],"class_list":["post-283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ceritaperjumpaan","tag-permainan","tag-relasi-keluarga","latest_post"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=283"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":290,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions\/290"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/287"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/ruangpeppermint.web.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}